
Mataram – Mencetak guru bukan sekadar membekali mahasiswa dengan kemampuan mengajar, tetapi juga membangun karakter, etika, dan integritas sebagai teladan di tengah masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram menyelenggarakan Pelepasan dan Pembekalan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Periode XXV Tahun Akademik 2026/2027 mengusung tema “Acarya Hindu Masa Depan: Teguh dalam Dharma, Satya, dan Berdampak Nyata” pada Jumat (7/8/2026) di Ruang Pertemuan Lantai 2 Gedung Rektorat.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia persekolahan melalui praktik lapangan. Sebanyak 35 mahasiswa dari Program Studi S1 Pendidikan Agama Hindu, Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD), serta Program Studi S1 Pendidikan Seni Budaya dan Keagamaan Hindu mengikuti pembekalan bersama jajaran pimpinan institut, pimpinan fakultas, dan para dosen Fakultas Dharma Acarya. Kegiatan dipimpin oleh Ketua Panitia, Ida Bagus Kade Yoga Pramana, M.Pd.

Dekan Fakultas Dharma Acarya, Prof. Dr. Siti Zaenab, S.Ag., M.Pd., CIQar. Dalam sambutannya menekankan bahwa mahasiswa PLP membawa identitas sekaligus reputasi lembaga ketika berada di sekolah mitra. Oleh sebab itu, mahasiswa diingatkan agar senantiasa menjaga etika, perilaku, dan komunikasi yang santun dengan kepala sekolah, guru pamong, tenaga kependidikan, maupun seluruh warga sekolah.“Setiap sikap dan tindakan mahasiswa akan menjadi cerminan kualitas lulusan IAHN Gde Pudja Mataram. Karena itu, etika dan profesionalisme harus menjadi prioritas selama menjalankan PLP,” pesannya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Joko Prayitno, S.Ag.,S.T.,M.Pd.H., yang hadir mewakili Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, mengingatkan mahasiswa agar memiliki kesiapan fisik, mental, dan akademik dalam menghadapi rangkaian kegiatan yang berlangsung secara berkesinambungan. Ia menyoroti transisi yang cukup cepat dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) menuju PLP. Menurutnya, mahasiswa baru saja beradaptasi dengan kehidupan masyarakat selama KKN, namun dalam waktu singkat harus memasuki lingkungan sekolah yang memiliki tata tertib, budaya kerja, dan sistem pengawasan yang lebih disiplin.

“Mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan cepat. Dari lingkungan KKN yang lebih fleksibel, kini memasuki sekolah yang menuntut kedisiplinan tinggi, tanggung jawab, serta profesionalisme sebagai calon pendidik. Persiapkan diri sebaik mungkin agar mampu memberikan performa terbaik,” ujarnya.

Memasuki sesi pembekalan, peserta memperoleh penguatan dari para narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan. Prof. Dr. Siti Zaenab, S.Ag., M.Pd., CIQar membuka sesi materi dengan pembahasan mengenai Etika Mahasiswa PLP. Ia menegaskan bahwa kompetensi pedagogik harus berjalan beriringan dengan integritas, kepribadian, serta kemampuan menjaga sikap sebagai calon guru profesional.

Materi berikutnya disampaikan oleh I Made Putra Suryantara, S.Pd., M.I.Kom., Ketua MGMP Guru Agama Hindu Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang membahas Perangkat Pembelajaran untuk Mahasiswa PLP. Dalam paparannya, peserta memperoleh bekal teknis mengenai penyusunan perangkat pembelajaran, strategi mengelola proses belajar mengajar, hingga penyesuaian perangkat dengan kebutuhan sekolah dan karakteristik peserta didik. Sepanjang kegiatan, suasana berlangsung interaktif. Mahasiswa mengikuti setiap sesi dengan antusias melalui diskusi, tanya jawab, dan berbagi pengalaman yang semakin memperkaya pemahaman mereka mengenai tantangan dunia pendidikan.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Dharma Acarya menegaskan komitmennya dalam menyiapkan calon guru Hindu yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, menjunjung tinggi nilai Dharma dan Satya, serta mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan. Pembekalan ini menjadi fondasi penting bagi mahasiswa sebelum terjun ke sekolah-sekolah mitra dan mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan.

Dengan mengintegrasikan penguatan karakter, etika profesi, dan kompetensi pedagogik, IAHN Gde Pudja Mataram terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi keagamaan Hindu yang menghasilkan pendidik profesional, adaptif, dan siap menjawab tantangan pendidikan masa depan. Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat, mencerminkan kesiapan sivitas akademika dalam mencetak Acarya Hindu Masa Depan yang berintegritas dan berdampak nyata.
(by: DKS)


