
Mataram – Komitmen Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram dalam membangun budaya mutu dan meningkatkan daya saing pendidikan tinggi kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Asesmen Lapangan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) untuk Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Hindu. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai II Gedung Rektorat ini menjadi salah satu momentum strategis bagi kampus dalam mengukuhkan kualitas penyelenggaraan pendidikan pada jenjang doktoral. Asesmen lapangan menghadirkan dua asesor LAMDIK, yakni Prof. Dr. Drs. Wayan Paramartha, S.H., M.Pd. dan Prof. Tiwi Etika, S.Ag., M.Ag., Ph.D. Kehadiran kedua asesor menjadi bagian penting dalam proses evaluasi mutu akademik sekaligus upaya memastikan bahwa penyelenggaraan Program Studi Doktor telah memenuhi standar nasional pendidikan tinggi sesuai sembilan kriteria akreditasi LAMDIK.

Pembukaan asesmen dihadiri oleh Kepala Bidang Bimas Hindu Provinsi Nusa Tenggara Barat, Penyelenggara Bimas Hindu Kota Mataram, Ketua PHDI Provinsi NTB, Ketua PHDI Kota Mataram, pejabat struktural dan fungsional, karya siswa, serta berbagai mitra dan pemangku kepentingan. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan sinergi dan dukungan bersama dalam mewujudkan tata kelola pendidikan tinggi yang berkualitas. Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Hymne dan Mars IAHN Gde Pudja Mataram, kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Prof. Dr. Drs. I Wayan Murba Widana, M.Ag. Suasana khidmat mengiringi dimulainya salah satu agenda penting dalam perjalanan pengembangan institusi.

Dalam sambutannya, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada tim asesor LAMDIK beserta seluruh tamu undangan. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada tim akreditasi dan seluruh sivitas akademika yang telah bekerja keras mempersiapkan proses asesmen lapangan. Rektor menjelaskan bahwa asesmen lapangan bukan sekadar proses penilaian administratif, melainkan sarana untuk mengonfirmasi kesesuaian antara dokumen yang telah disusun dengan implementasi nyata di lapangan. Menurutnya, asesmen juga menjadi kesempatan berharga bagi institusi untuk memperoleh masukan konstruktif sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Beliau berharap seluruh rekomendasi, arahan, dan pengalaman yang diberikan oleh tim asesor dapat menjadi bekal penting bagi IAHN Gde Pudja Mataram dalam memperkuat tata kelola akademik serta meningkatkan kualitas LLembaga Mengakhiri sambutannya, Prof. Wirata secara resmi membuka kegiatan asesmen lapangan dengan mengucapkan mantram suci Om Avighnam Astu Namassiddham, kemudian menyatakan bahwa pelaksanaan Asesmen Lapangan LAMDIK Program Studi Doktor Pendidikan Agama Hindu resmi dimulai. Sementara itu, mewakili tim asesor, Prof. Wayan Paramartha menegaskan bahwa asesmen lapangan bertujuan untuk meningkatkan mutu institusi melalui proses komparasi, evaluasi, dan validasi terhadap data yang telah diajukan oleh program studi berdasarkan sembilan kriteria akreditasi LAMDIK.

Beliau menekankan bahwa proses asesmen bukanlah untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan bahwa seluruh data yang disampaikan benar-benar mencerminkan kondisi riil penyelenggaraan program studi. Ia juga memberikan apresiasi atas kesiapan IAHN Gde Pudja Mataram dalam menyambut pelaksanaan asesmen serta mengajak seluruh sivitas akademika dan para pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan penuh selama proses asesmen yang berlangsung pada 30 Juni hingga 3 Juli 2026.

Pelaksanaan asesmen lapangan ini menjadi tonggak penting bagi IAHN Gde Pudja Mataram dalam memperkuat budaya mutu, meningkatkan reputasi akademik, serta mempertegas posisinya sebagai perguruan tinggi keagamaan Hindu yang terus berkembang dan berorientasi pada keunggulan. Melalui komitmen terhadap peningkatan kualitas secara berkelanjutan, IAHN Gde Pudja Mataram optimistis mampu melahirkan lulusan doktor yang unggul, berintegritas, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, serta pembangunan masyarakat. Kegiatan pembukaan ditutup dengan sesi foto bersama antara tim asesor, pimpinan universitas, dan seluruh peserta sebagai simbol kebersamaan serta komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang semakin berkualitas.
(by: DKS)


