DOSEN IAHN GDE PUDJA MATARAM RAIH PROPOSAL TERPILIH SAYEMBARA RISET PROGRAM UNGGULAN DAERAH 2026

Dosen Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram kembali mencatatkan capaian di bidang penelitian. Tim peneliti IAHN Gde Pudja Mataram berhasil meraih proposal terpilih dalam Sayembara Riset Program Unggulan Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat.Tim peneliti diketuai oleh Dr. Desak Made Yoniartini, M.Pd.H., M.Pd., dengan anggota Dr. Ni Nyoman Harnika, M.I.Kom. dan Eka Putri Paramita, SP., MA. Proposal tersebut mengangkat judul “Pengembangan Model Signage Multibahasa sebagai Penguat Identitas Budaya di Kawasan Pulau Lombok.”Penelitian ini berangkat dari perhatian terhadap bahasa dan aksara Sasak sebagai bagian penting dari identitas budaya masyarakat Pulau Lombok. Melalui pengembangan signage multibahasa di kawasan pariwisata, penelitian ini diarahkan untuk menghadirkan unsur bahasa dan budaya lokal dalam ruang publik sekaligus mendukung upaya pelestariannya.Ketua tim peneliti, Dr. Desak Made Yoniartini, menjelaskan bahwa bahasa dan aksara Sasak perlu mendapatkan perhatian lebih dalam pengembangan pariwisata di Pulau Lombok.“Dengan memperkenalkan bahasa Sasak melalui penanda wisata ini, kami berharap agar bahasa dan aksara Sasak semakin dikenal dan tetap lestari,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan rekomendasi bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengembangkan pariwisata yang tetap memperhatikan keberadaan dan keberlanjutan budaya lokal.“Pemerintah daerah dan masyarakat setempat diharapkan dapat mengambil kebijakan berdasarkan rekomendasi dari hasil penelitian ini. Hasil penelitian ini nantinya akan sangat bermanfaat bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat dalam memajukan pariwisata dengan tetap melestarikan budaya Sasak,” ungkapnya.Penelitian tersebut sekaligus menjadi ruang kolaborasi lintas keilmuan bagi anggota tim. Perbedaan latar belakang keilmuan dimanfaatkan untuk memperkaya perspektif dalam penyusunan proposal dan pengembangan gagasan penelitian.Bagi Dr. Desak, kegiatan penelitian tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan tugas akademik, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab dosen untuk memberikan kontribusi yang lebih luas kepada masyarakat.“Meneliti bukan hanya tugas kita sebagai dosen, tetapi meneliti adalah bentuk tanggung jawab kita sebagai seorang akademisi,” ujarnya.Melalui penelitian ini, tim berupaya mempertemukan aspek pariwisata, bahasa, dan budaya Sasak dalam satu kerangka pengembangan yang berorientasi pada potensi lokal.

Hasil penelitian nantinya diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pariwisata sekaligus memperkuat keberadaan identitas budaya di ruang publik.Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian tim peneliti tersebut. Menurutnya, keterlibatan dosen dalam program penelitian eksternal menjadi bagian penting dalam memperkuat budaya akademik sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi bagi pembangunan daerah.“Kami menyampaikan apresiasi kepada tim peneliti yang telah berhasil memperoleh kesempatan melalui Sayembara Riset Program Unggulan Daerah Tahun 2026. Capaian ini menunjukkan bahwa dosen IAHN Gde Pudja Mataram terus berkontribusi melalui penelitian yang relevan dengan kebutuhan dan potensi daerah,” ujar Rektor.Rektor berharap penelitian tersebut tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemerintah daerah.“Semoga penelitian ini tidak berhenti pada luaran akademik, tetapi dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pariwisata, penguatan identitas budaya, serta pelestarian bahasa dan aksara Sasak di Nusa Tenggara Barat,” lanjutnya.Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya IAHN Gde Pudja Mataram untuk terus mendorong penelitian yang berbasis potensi lokal, kolaboratif, dan berorientasi pada manfaat bagi masyarakat.

By:AR

Leave a Comment

Scroll to Top