
Mataram — Sebuah gebrakan inspiratif dalam mengawal masa depan bumi berhasil diwujudkan melalui ajang bergengsi Gde Pudja Creativity Fair (GPCF) Vol. 2. Kegiatan ini menjadi ruang temu gagasan sekaligus aksi nyata bagi generasi muda dalam menyuarakan gerakan penyelamatan lingkungan dan menjawab berbagai tantangan sosial kekinian. Kegiatan yang diselenggarakan oleh UKM Penalaran dan Riset IAHN Gde Pudja Mataram di bawah binaan Ni Putu Sasmika Dewi, S.S., M.Si. ini digelar di Aula Handayani Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Sabtu (16/5). GPCF Vol. 2 menghadirkan semangat kolaboratif yang kuat antara Dikpora NTB dan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram, serta mempertemukan pelajar tingkat SMA/SMK se-NTB hingga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Joko Prayitno, S.T., M.Pdh.H., serta dihadiri langsung oleh Kepala Dikpora NTB, Dr. Syamsul Hadi, bersama jajaran pejabat terkait. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan membangun masa depan bangsa. Mengusung tema ekologi sebagai etika lingkungan, GPCF Vol. 2 menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui kompetisi ilmiah seperti lomba esai, video edukatif, dan karya tulis ilmiah tingkat nasional, peserta didorong untuk mengasah kepekaan sosial sekaligus menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan lingkungan. Kepala Dikpora NTB, Dr. Syamsul Hadi, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi penyelenggaraan GPCF. Menurutnya, ruang-ruang kreatif seperti ini menjadi benteng penting bagi generasi muda agar tetap produktif dan terarah. Ketika energi anak muda disalurkan dalam riset, penulisan, dan karya edukatif, maka akan lahir kesadaran kolektif yang berdampak luas bagi pelestarian alam.

Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya peran kegiatan ini dalam menekan berbagai problematika sosial, khususnya fenomena merarik kodek atau pernikahan dini. Praktik tersebut dinilai membawa dampak serius, mulai dari meningkatnya angka stunting, risiko kesehatan ibu, hingga terhambatnya akses pendidikan bagi perempuan. Oleh karena itu, GPCF Vol. 2 hadir sebagai ruang edukasi sekaligus gerakan moral untuk mendorong perubahan pola pikir generasi muda. IAHN Gde Pudja Mataram melalui kolaborasi ini kembali menegaskan posisinya sebagai kampus yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga aktif dalam menginisiasi gerakan sosial dan lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kampus hadir sebagai pusat perubahan dan pemberdayaan generasi muda. Di penghujung acara, dewan juri mengumumkan para pemenang dari tiga kategori lomba bergengsi. Pada lomba esai tingkat SMA/SMK, Juara 1 diraih oleh Sahilah Amrina Ummu Ghonim (MAN 1 Mataram), disusul Ni Nyoman Elvina Callista Triyanthi (SMAN 1 Mataram) sebagai Juara 2, dan Triandini Amalia Putri (SMAN 1 Jonggat) sebagai Juara 3. Pada kategori video pendek, SMAN 1 Mataram mendominasi dengan meraih Juara 1 dan 2 melalui dua tim berbeda, sementara Juara 3 diraih oleh SMAK Kesuma Mataram. Adapun pada lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat nasional, Juara 1 diraih oleh Universitas Tadulako, Juara 2 oleh Universitas Tidar, dan Juara 3 oleh Universitas Brawijaya. Melalui GPCF Vol. 2, IAHN Gde Pudja Mataram tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menanamkan nilai—bahwa langkah kecil hari ini adalah napas kehidupan bagi masa depan bumi. Sebuah pesan kuat bahwa generasi muda adalah harapan, sekaligus solusi bagi keberlanjutan alam dan peradaban.
(by: DKS)


