IAHN GDE PUDJA MATARAM BERDAYAKAN GURU SLB MELALUI FGD INTERNASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN MEDIA PEMBELAJARAN DEWATA NAWA SANGGA

Mataram – Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram melalui Fakultas Dharma Acarya menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk FGD Internasional dan Pemberdayaan Guru SLB melalui Diseminasi Hasil Penelitian Media Pembelajaran Dewata Nawa Sangga, Senin (26/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di lantai 3 IAHN Gde Pudja Mataram ini menjadi upaya perguruan tinggi untuk memperluas pemanfaatan hasil penelitian sekaligus memperkuat kapasitas guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam mengembangkan pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik penyandang disabilitas.Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Penelitian Kompetitif Hilirisasi Tahun 2026.

Melalui forum diskusi dan diseminasi ini, hasil penelitian mengenai pengembangan media pembelajaran Dewata Nawa Sangga diperkenalkan sebagai salah satu alternatif untuk mendukung proses pembelajaran Pendidikan Agama Hindu bagi peserta didik difabel. Kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai pendidikan inklusif, pengembangan kurikulum yang adaptif, serta kebijakan penerimaan dan layanan pendidikan bagi penyandang disabilitas.Wakil Rektor I IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Joko Prayitno, S.Ag., S.T., M.Pd.H., menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan yang mengintegrasikan diskusi, diseminasi hasil penelitian, dan pemberdayaan guru SLB merupakan langkah penting dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan inklusif.

Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong hasil penelitian sivitas akademika agar tidak hanya menjadi luaran akademik, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara nyata untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.Sementara itu, Dekan Fakultas Dharma Acarya, Prof. Dr. Siti Zaenab, S.Ag., M.Pd., CiQaR., dalam sambutannya menekankan pentingnya pemberdayaan guru SLB untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik penyandang disabilitas.

Guru memiliki peran strategis dalam mengenali karakteristik, potensi, serta hambatan belajar setiap peserta didik. Oleh karena itu, penguatan kompetensi guru perlu didukung melalui pengembangan metode pembelajaran dan pemanfaatan media yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan memperoleh wawasan dan alternatif media pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar, termasuk penggunaan media kartun untuk membantu penyampaian materi Pendidikan Agama Hindu secara lebih menarik dan mudah dipahami. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang membahas aspek berbeda tetapi saling berkaitan dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif. Ketiga narasumber tersebut adalah Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., Winarna, M.Pd., dan Dr. Desak Putu Saridewi, S.S., M.Pd.H.

Materi yang disampaikan mencakup kebijakan penerimaan penyandang disabilitas di perguruan tinggi, kurikulum pendidikan inklusi di sekolah reguler, serta pengembangan media pembelajaran Dewata Nawa Sangga berbasis kartun.Narasumber pertama, Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., memaparkan materi *Kebijakan Penerimaan Disabilitas di Perguruan Tinggi*. Materi ini membahas pemenuhan hak penyandang disabilitas untuk mengakses pendidikan tinggi secara setara dan tanpa diskriminasi. Pemaparan mencakup landasan hukum, mekanisme penerimaan mahasiswa disabilitas, penyediaan akomodasi yang layak, serta peran Unit Layanan Disabilitas (ULD) dalam mendukung proses pendidikan. Selain itu, dibahas pula pentingnya aksesibilitas informasi pendaftaran, pelaksanaan seleksi, fasilitas kampus, dan layanan akademik.

Dukungan perguruan tinggi perlu berkelanjutan, mulai dari tahap penerimaan hingga proses pembelajaran, agar mahasiswa penyandang disabilitas memperoleh kesempatan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.Narasumber kedua, Winarna, M.Pd., membawakan materi Ragam Disabilitas dan Kurikulum Pendidikan Inklusi di Sekolah Reguler. Materi ini menjelaskan prinsip pendidikan inklusif yang memberikan kesempatan kepada seluruh peserta didik untuk memperoleh pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Pembahasan mencakup ragam disabilitas, model layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus, serta penyesuaian kurikulum melalui pendekatan duplikasi, modifikasi, substitusi, dan omisi. Winarna juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara guru kelas, guru pendamping khusus, kepala sekolah, orang tua, dan tenaga ahli dalam merancang pembelajaran yang adaptif. Lingkungan sekolah yang bebas diskriminasi, pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta ketersediaan fasilitas dan aksesibilitas menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusif.

Narasumber ketiga, Dr. Desak Putu Saridewi, S.S., M.Pd.H., memaparkan hasil penelitian berjudul Pengembangan Materi Pembelajaran Dewata Nawa Sangga Berbasis Media Kartun untuk Meningkatkan Kemampuan Intrapersonal Siswa Difabel di Sekolah Luar Biasa 2 Mataram. Penelitian ini berangkat dari tantangan pembelajaran bagi peserta didik difabel, termasuk keterbatasan media yang sesuai dengan karakteristik siswa tunarungu dan tunagrahita serta hambatan komunikasi dalam penyampaian materi. Media kartun dikembangkan sebagai alternatif untuk membantu siswa mempelajari materi Dewata Nawa Sangga melalui penyajian visual yang lebih menarik dan mudah diikuti, sekaligus membantu guru menyampaikan materi Pendidikan Agama Hindu. Penelitian tersebut juga diarahkan untuk mendukung penguatan kemampuan intrapersonal siswa, khususnya pada aspek kejujuran, kedisiplinan, dan kemandirian.Pengembangan media pembelajaran tersebut didukung oleh pendekatan teori konstruktivisme sosial dari Vygotsky, yang menekankan pentingnya bantuan dan interaksi dalam proses belajar, serta teori koneksionisme Thorndike yang menyoroti latihan berulang dalam pembelajaran. Pengembangan media tidak hanya berfokus pada penyampaian materi keagamaan, tetapi juga pada upaya menghadirkan pengalaman belajar yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pengujian dan penerapan media dalam proses pembelajaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh guru dan siswa.Ketiga materi tersebut memberikan perspektif yang saling melengkapi mengenai penyelenggaraan pendidikan inklusif. Kebijakan penerimaan dan layanan disabilitas menjadi landasan dalam pemenuhan hak pendidikan, sedangkan kurikulum adaptif dan media pembelajaran yang sesuai menjadi bagian dari upaya memastikan peserta didik dapat mengikuti proses belajar secara optimal. Dalam konteks Pendidikan Agama Hindu, pengembangan media Dewata Nawa Sangga berbasis kartun menjadi salah satu bentuk pemanfaatan hasil penelitian untuk menjawab kebutuhan pembelajaran di SLB.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, IAHN Gde Pudja Mataram berupaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan praktisi pendidikan, khususnya guru SLB. Diseminasi hasil penelitian diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai pentingnya inovasi pembelajaran, mendorong pemanfaatan media yang lebih aksesibel, serta membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan pendidikan inklusif.Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya hilirisasi penelitian agar hasil pengembangan akademik tidak berhenti pada laporan atau publikasi, tetapi dapat diterapkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Dengan penguatan kapasitas guru dan pengembangan media pembelajaran yang sesuai, hasil penelitian diharapkan dapat berkontribusi terhadap terciptanya proses pendidikan yang lebih inklusif, adaptif, dan memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

By:A9

Leave a Comment

Scroll to Top