
Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Mandiri Lintas Prodi yang dilaksanakan pada 25–29 Mei 2026 di Kampung Seraya Mukih, Dusun Peresak Timur, Desa Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Mengusung tema Pelatihan Upakara Yadnya dan Pemayun sebagai Sarana Pelestarian Budaya Hindu, kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam menjaga warisan budaya Hindu secara berkelanjutan.

Kegiatan pembukaan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme dengan dihadiri perwakilan sivitas akademika IAHN Gde Pudja Mataram, tokoh agama, tokoh adat, pengurus PHDI, krama pura, aparat desa, generasi muda Hindu, serta masyarakat setempat. Kehadiran program ini disambut hangat sebagai bentuk nyata kepedulian kampus terhadap penguatan umat Hindu, khususnya di wilayah pelosok yang membutuhkan perhatian dan pendampingan edukatif secara bberkelanjutan Ketua panitia kegiatan, Ida Bagus Benny Surya Adi Pramana, M.I.Kom., menyampaikan bahwa PKM Mandiri Lintas Prodi ini tidak hanya menjadi program pengabdian biasa, tetapi juga bentuk kolaborasi nyata antara kampus dan masyarakat dalam menjaga identitas budaya Hindu. Menurutnya, pelatihan upakara yadnya dan pemayun menjadi sangat penting karena tradisi tidak cukup hanya diwariskan secara simbolik, tetapi harus dipahami makna filosofis dan spiritualnya oleh generasi muda agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Dalam sambutannya, Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, SS., M.Ag., selaku ketua LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, menegaskan bahwa budaya bangsa sesungguhnya hidup di dalam hati dan jiwa masyarakatnya. Ia menyampaikan bahwa pelestarian adat dan agama tidak hanya terletak pada bangunan suci atau teks-teks keagamaan, melainkan pada praktik nyata masyarakat dalam menjalankan yadnya dan menjaga tradisi secara tulus. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga eksistensi budaya Hindu di tengah tantangan globalisasi dan digitalisasi yang semakin kompleks.

Lebih lanjut disampaikan bahwa upakara dan pemayun bukan sekadar rangkaian simbol fisik, tetapi merupakan visualisasi nilai-nilai teologi Hindu yang sarat makna spiritual, penyucian diri, dan keharmonisan alam semesta. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang secara lintas program studi agar masyarakat memperoleh pemahaman yang komprehensif, baik dari sisi teologi, filsafat, budaya, sosial, maupun komunikasi edukatif. LPPM IAHN Gde Pudja Mataram juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui program pengabdian yang menyentuh kebutuhan riil umat dan memperkuat sinergi antara akademisi kampus dengan praktisi adat di desa.

Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma.,S.E.,M.Si.,M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian lembaga terhadap penguatan umat Hindu di wilayah pelosok. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak terjadi secara kebetulan, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan akademik kampus dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan dan pengabdian. Rektor juga mengapresiasi pelaksanaan PKM Mandiri Lintas Prodi sebagai bentuk kolaborasi yang mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa pengetahuan merupakan modal utama dalam meningkatkan kualitas hidup dan IAHN Gde Pudja Mataram siap membantu masyarakat melalui berbagai fasilitasi edukasi serta pengabdian yang berkelanjutan.

Pihak krama pura dan tokoh masyarakat Desa Karang Bayan turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran IAHN Gde Pudja Mataram di Kampung Seraya Mukih. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan karena sangat membantu masyarakat, khususnya generasi muda, dalam memahami tata cara pelaksanaan yadnya dan pelestarian tradisi Hindu secara benar dan mendalam. Masyarakat juga menilai kehadiran kampus membawa semangat baru dalam memperkuat pendidikan keagamaan berbasis budaya lokal. Apresiasi serupa disampaikan oleh PHDI Kabupaten Lombok Barat dan PHDI Kecamatan Lingsar yang menilai program PKM Mandiri Lintas Prodi sebagai langkah strategis dalam menjaga eksistensi budaya Hindu di tengah perubahan zaman. PHDI berharap kerja sama antara lembaga keagamaan dan perguruan tinggi dapat terus diperkuat demi meningkatkan kualitas pemahaman umat serta melahirkan generasi Hindu yang religius, berbudaya, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sementara itu, pihak Bimas Hindu Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian tersebut. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, desa, dan lembaga keagamaan merupakan fondasi penting dalam memperkuat moderasi beragama, menjaga harmonisasi sosial, serta melestarikan nilai-nilai budaya Hindu di tengah masyarakat. Bimas Hindu juga berharap kegiatan ini mampu menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam mengembangkan edukasi keagamaan berbasis kearifan lokal.

Sebagai bagian dari penguatan jejaring kelembagaan dan keberlanjutan program pengabdian masyarakat, dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara IAHN Gde Pudja Mataram dengan PHDI Kabupaten Lombok Barat, PHDI Kecamatan Lingsar, dan Desa Karang Bayan. Selain itu, turut dilakukan penandatanganan MoA antara LPPM IAHN Gde Pudja Mataram dengan PHDI Kabupaten Lombok Barat, PHDI Kecamatan Lingsar, serta Desa Karang Bayan sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi pengabdian, edukasi, dan pelestarian budaya Hindu di Lombok Barat. Melalui kegiatan PKM Mandiri Lintas Prodi ini, IAHN Gde Pudja Mataram kembali menegaskan perannya sebagai kampus Hindu yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga hadir secara nyata di tengah masyarakat sebagai pusat edukasi, pelestarian budaya, dan penguatan nilai-nilai spiritual Hindu menuju masyarakat yang harmonis, berdaya, dan berkelanjutan.
(by: A9)


