
MATARAM – Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram menerima kunjungan kerja reses perorangan Anggota Komisi VIII DPR RI, Dr. Ir. H. Nanang Samodra KA., M.Sc., dalam rangka membahas penguatan perubahan bentuk kelembagaan IAHN Gde Pudja Mataram menuju universitas. Kegiatan berlangsung di Aula Rektorat Lantai III IAHN Gde Pudja Mataram, Jumat (23/10/2026), pukul 08.30–11.30 WITA. Pertemuan ini menjadi ruang diskusi untuk memperoleh masukan konstruktif terkait penataan program studi, pengelompokan rumpun ilmu, serta percepatan pemenuhan persyaratan perubahan bentuk kelembagaan.Kunjungan tersebut dilaksanakan berdasarkan surat permohonan Dr. Ir. H. Nanang Samodra KA., M.Sc., tertanggal 6 Oktober 2026. Dalam kunjungan ini, beliau didampingi oleh Dr. Ir. Hj. Sri Sustini, M.M. Kegiatan dihadiri oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., bersama sivitas akademika yang terdiri atas pejabat, dosen, pegawai, dan mahasiswa.

Turut hadir sejumlah undangan dari unsur Bimas Hindu, PHDI Provinsi, WHDI Provinsi, ICHI, PSN, serta Ketua Bendesa Mataram Selatan. Kegiatan dipandu oleh moderator Yuniar Affandy, S.H., M.M.Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian yang diberikan terhadap proses pengembangan kelembagaan kampus. Pertemuan ini dinilai menjadi kesempatan penting untuk memperoleh pandangan dan masukan yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mematangkan langkah perubahan bentuk IAHN Gde Pudja Mataram menuju universitas. Penguatan kelembagaan membutuhkan perencanaan yang matang, penataan akademik yang terarah, serta pemenuhan persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Melalui diskusi ini, pihak kampus berharap dapat memperoleh perspektif tambahan untuk mendukung proses pengembangan institusi secara terukur dan berkelanjutan.Ketua panitia, Bu Sukendri, menyampaikan harapannya agar kunjungan kerja ini menghasilkan masukan yang bermanfaat bagi proses pengembangan kampus. “Kami berharap dari kegiatan ini mendapatkan saran konstruktif demi terwujudnya akselerasi perubahan bentuk IAHN Gde Pudja Mataram menjadi universitas. Masukan yang diberikan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan langkah-langkah yang perlu dipersiapkan, sehingga proses pengembangan kelembagaan dapat berjalan lebih terarah dan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan,” ujarnya.Dalam diskusi tersebut, Dr. Ir. H. Nanang Samodra KA., M.Sc., memberikan masukan mengenai pentingnya penataan program studi dan rumpun ilmu secara proporsional sebagai bagian dari persiapan menuju universitas.

Pengelompokan bidang keilmuan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan arah pengembangan institusi agar struktur akademik yang dibangun lebih terarah.“Program studi dan rumpun ilmu jangan terlalu gemuk, tetapi perlu dikelompokkan kembali agar sesuai dengan kebutuhan pengembangan institusi. Penataan ini penting agar struktur akademik yang dikembangkan memiliki arah yang jelas dan mendukung pengembangan universitas secara efektif. Selain itu, persyaratan yang dibutuhkan untuk perubahan bentuk kelembagaan perlu segera dipenuhi. Koordinasi dengan pihak terkait di tingkat pusat juga harus segera dilakukan agar prosedur yang diperlukan dapat ditindaklanjuti dengan baik,” ujarnya.

Masukan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam pembahasan pengembangan kelembagaan IAHN Gde Pudja Mataram. Penataan program studi dan rumpun ilmu perlu mempertimbangkan keterkaitan bidang keilmuan, kebutuhan pengembangan pendidikan tinggi, serta kesiapan institusi dalam memenuhi persyaratan perubahan bentuk. Pemetaan kebutuhan dan koordinasi dengan instansi terkait juga menjadi bagian penting agar setiap tahapan dapat dipersiapkan secara sistematis.Diskusi turut menyoroti pentingnya percepatan pemenuhan persyaratan administratif dan akademik. Proses perubahan bentuk perguruan tinggi memerlukan kesiapan berbagai aspek, mulai dari struktur program studi, pengembangan sumber daya manusia, tata kelola kelembagaan, hingga kelengkapan dokumen pendukung.

Oleh karena itu, masukan yang diperoleh dalam pertemuan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi kampus untuk menentukan langkah tindak lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Bagi IAHN Gde Pudja Mataram, pengembangan menuju universitas merupakan langkah strategis yang membutuhkan perencanaan, koordinasi, dan komitmen seluruh unsur institusi. Keterlibatan sivitas akademika dalam forum diskusi ini menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman bersama mengenai kebutuhan pengembangan kampus, sekaligus memperkuat kesiapan dalam menghadapi tahapan perubahan kelembagaan.Melalui kunjungan kerja reses ini, IAHN Gde Pudja Mataram diharapkan memperoleh perspektif tambahan untuk mematangkan perencanaan, menyempurnakan penataan akademik, dan mempercepat tindak lanjut terhadap persyaratan yang diperlukan.

Berbagai masukan yang disampaikan menjadi bahan pertimbangan dalam mengembangkan institusi agar semakin siap menjalankan fungsi pendidikan tinggi secara lebih luas.IAHN Gde Pudja Mataram terus berupaya mempersiapkan pengembangan kelembagaan menuju universitas melalui penguatan tata kelola, penataan rumpun ilmu, dan pemenuhan persyaratan yang diperlukan. Dengan perencanaan yang matang serta koordinasi yang berkelanjutan, proses ini diharapkan dapat berjalan secara terarah dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pelayanan kepada masyarakat.
By:A9


