
Mataram, 22 September 2026 — Komitmen Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram dalam memperkuat budaya riset kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Tahun 2026, satu tim peneliti IAHN Gde Pudja Mataram berhasil lolos sebagai Grantee Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit (MoRa The Air Funds) Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2026.Capaian tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Tahun 2026 yang berlangsung pada Selasa, 22 September 2026, di Operation Room Lantai 2 Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia.

Bagi IAHN Gde Pudja Mataram, keberhasilan tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang semakin menguatkan posisi kampus dalam ekosistem riset nasional. Sebelumnya, pada 2025, IAHN Gde Pudja Mataram tercatat sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH) pertama yang berhasil lolos pendanaan Riset Indonesia Bangkit. Konsistensi tersebut berlanjut pada 2026 dengan kembali lolosnya satu tim riset sebagai penerima pendanaan. Capaian ini menjadi bukti berkembangnya kapasitas sivitas akademika IAHN Gde Pudja Mataram dalam mengelola dan melaksanakan penelitian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Tim riset MoRa IAHN Gde Pudja Mataram Tahun 2026 diketuai oleh Dr. I Made Ngurah Oka Mahardika, S.E., M.M., dengan anggota periset I Gusti Komang Kembarawan, S.Ag., M.Ag., I Made Sudarma, S.E., M.Pd.H., dan Dr. I Putu Ananda Citra, S.Pd., M.Sc. Keterlibatan tim ini sekaligus memperlihatkan semakin terbukanya ruang bagi dosen dan peneliti IAHN Gde Pudja Mataram untuk berkompetisi dan berkontribusi dalam agenda riset berskala nasional.Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa cakupan Program Riset Indonesia Bangkit Tahun 2026 telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, dari Aceh hingga Papua.

Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, program ini terus mengalami perkembangan, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, dengan sebanyak 131 judul riset mendapatkan pendanaan pada tahun 2026.Kepala Divisi Pendanaan Riset LPDP, Purwana, dalam kesempatan tersebut berharap agar riset yang mendapatkan dukungan pendanaan mampu menghasilkan luaran yang memberikan dampak luas kepada masyarakat. LPDP juga terus mendorong penguatan riset serta berupaya meningkatkan kapasitas bantuan pendanaan penelitian.Pesan mengenai pentingnya dampak riset tersebut semakin mempertegas bahwa keberhasilan memperoleh pendanaan bukan semata-mata capaian administratif, melainkan menjadi amanah akademik untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas, relevan, dan memberikan manfaat nyata. Dalam konteks ini, keberhasilan IAHN Gde Pudja Mataram menembus kembali pendanaan Riset Indonesia Bangkit menjadi momentum untuk terus memperkuat budaya penelitian yang berorientasi pada kualitas dan kemanfaatan.

Pada momentum penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., yang diwakili oleh Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA), Dr. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag., menyampaikan apresiasi atas dukungan LPDP yang telah berjalan selama tiga tahun. Kementerian Agama juga menyambut antusias rencana peningkatan pendanaan Riset Indonesia Bangkit pada 2027 menjadi 300 judul riset. Peningkatan tersebut diiringi dengan penekanan agar penggunaan anggaran berfokus pada luaran berkualitas, khususnya luaran yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Para periset juga diingatkan untuk menjaga akuntabilitas dan teguh menjalankan integritas dalam seluruh proses penelitian.Bagi LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, capaian ini menjadi dorongan untuk terus membangun ekosistem penelitian yang produktif dan berkelanjutan. Ketua LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PUSPENMA Kementerian Agama Republik Indonesia kepada lembaga riset IAHN Gde Pudja Mataram.

Ia berharap amanah tersebut dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sekaligus menjadi sinar harapan baru yang menginspirasi para periset lainnya. Dalam kesempatan tersebut, LPPM IAHN Gde Pudja Mataram diwakili oleh Sekretaris LPPM, Putu Gede Asnawa Dikta, S.Pd., M.Pd.Kembali lolosnya IAHN Gde Pudja Mataram dalam pendanaan Riset Indonesia Bangkit memperlihatkan arah penguatan institusi yang semakin jelas dalam bidang penelitian. Capaian ini tidak hanya memperluas jejaring akademik IAHN Gde Pudja Mataram di tingkat nasional, tetapi juga menjadi pemantik bagi sivitas akademika untuk terus menghasilkan riset yang berkualitas, berintegritas, dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat.Melalui penguatan budaya riset tersebut, IAHN Gde Pudja Mataram terus meneguhkan perannya sebagai perguruan tinggi keagamaan Hindu yang tidak hanya mengembangkan tradisi akademik, tetapi juga aktif menghadirkan pengetahuan dan inovasi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat dan pembangunan bangsa.
(by: DKS)


