
Jakarta — Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., turut ambil bagian dalam kegiatan Dialog Lintas Agama (DLA) ke-4 Indonesia–Denmark yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Senin, 4 Mei 2026, bertempat di Aula Kantin Diplomasi, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan strategis bagi tokoh agama, akademisi, pemerintah, serta pemangku kepentingan dari Indonesia dan Denmark untuk membangun pemahaman bersama dalam konteks keberagaman global. Mengusung tema “Faith in Humanity: Building Peace through Interfaith and Intercultural Understanding,” forum ini menekankan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan sebagai fondasi dalam membangun perdamaian dunia. Diskusi yang berlangsung sepanjang hari menghadirkan berbagai perspektif yang menyoroti pentingnya toleransi, moderasi beragama, serta penguatan kerja sama lintas budaya di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Dalam forum tersebut, pembahasan berkembang pada berbagai isu strategis, mulai dari landasan etika dalam menciptakan perdamaian, upaya menjembatani perbedaan melalui aksi nyata, hingga pentingnya kepemimpinan transformatif yang melibatkan peran pemuda, perempuan, dan komunitas keagamaan. Pertukaran gagasan ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi konkret dalam memperkuat kolaborasi lintas agama dan budaya di tingkat internasional. Kehadiran Rektor IAHN Gde Pudja dalam forum internasional ini menjadi wujud nyata komitmen kampus dalam mendorong dialog lintas iman dan memperkuat peran akademisi dalam menjawab tantangan global. Partisipasi ini juga mempertegas posisi IAHN Gde Pudja sebagai institusi pendidikan tinggi keagamaan yang aktif terlibat dalam upaya membangun harmoni dan perdamaian dunia.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si selaku Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, yang menegaskan pentingnya kontribusi perspektif keagamaan dalam membangun dialog yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat global. Ke depan, keterlibatan dalam forum internasional seperti ini diharapkan dapat memperluas jejaring kerja sama IAHN Gde Pudja dengan berbagai institusi global, khususnya dalam pengembangan kajian lintas agama, diplomasi budaya, dan pendidikan berbasis nilai-nilai kemanusiaan. Hasil diskusi dan jejaring yang terbangun menjadi modal penting dalam memperkuat peran kampus di kancah internasional.

Sebagai institusi pendidikan tinggi yang berlandaskan nilai spiritual dan kearifan lokal, IAHN Gde Pudja terus menunjukkan eksistensinya sebagai kampus yang adaptif, progresif, dan berdaya saing global. Melalui partisipasi aktif dalam forum internasional, IAHN Gde Pudja berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan membangun harmoni di tengah keberagaman dunia.
By:(DKS)


