
Mataram, 31 Agustus 2026 — Rektor Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., secara resmi membuka Matrikulasi Program Pascasarjana S2 dan S3 Tahun Akademik 2026/2027, Senin (31/8/2026).Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai III IAHN Gde Pudja Mataram tersebut diikuti 71 mahasiswa Program Magister (S2) dan Doktor (S3). Matrikulasi dilaksanakan selama lima hari, mulai 31 Agustus hingga 4 September 2026, sebagai tahap awal untuk mempersiapkan mahasiswa memasuki proses pembelajaran dan penelitian di jenjang Pascasarjana.Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian matrikulasi secara serius. Menurutnya, materi yang diberikan selama kegiatan akan menjadi fondasi penting bagi mahasiswa dalam menjalani proses akademik, khususnya dalam pengembangan penelitian dan karya ilmiah.

Rektor menjelaskan, mahasiswa akan dibekali pemahaman mengenai teori, paradigma, dan konsep keilmuan yang nantinya menjadi instrumen penting dalam menentukan arah penelitian serta membangun argumentasi akademik.“Materi-materi yang akan diberikan, mulai dari teori, paradigma dan konsep, nantinya akan digunakan dalam karya mahasiswa. Karena itu, siapkan langkah dan pemahaman sejak awal,” pesan Rektor.Ia mengingatkan mahasiswa agar menjadikan matrikulasi bukan sekadar tahapan administratif sebelum perkuliahan, melainkan momentum untuk membangun kesiapan akademik sejak awal masa studi.Pemahaman terhadap teori, paradigma, dan konsep dinilai penting karena mahasiswa Pascasarjana dituntut tidak hanya mampu mengikuti perkuliahan, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, analitis, melakukan penelitian, serta menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.

Setelah menyampaikan sambutannya, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram secara resmi membuka Matrikulasi Program Pascasarjana S2 dan S3 Tahun Akademik 2026/2027.Ketua Panitia Matrikulasi S2 dan S3 Program Pascasarjana Tahun 2026, Dr. Dewi Rahayu Aryaningsih, S.Ag., M.Ag., melaporkan bahwa matrikulasi tahun ini diikuti 71 mahasiswa dengan latar belakang akademik dan disiplin ilmu yang beragam.Keberagaman tersebut dinilai menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun suasana akademik di Pascasarjana. Interaksi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu diharapkan dapat memperkaya perspektif, memperluas wawasan, sekaligus menciptakan ruang pertukaran gagasan yang lebih dinamis.“Matrikulasi juga menjadi momentum untuk menyatukan pemahaman akademik mahasiswa yang memiliki latar belakang pendidikan berbeda. Dengan demikian, mahasiswa dapat lebih siap mengikuti proses pembelajaran, penelitian, serta berbagai tahapan akademik pada jenjang S2 maupun S3,” jelas Dr. Dewi.Direktur Program Pascasarjana IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. I Wayan Ardhi Wirawan, S.Pd., S.Ag., M.Si., mengingatkan mahasiswa agar memahami sistem pendidikan Pascasarjana sejak awal.Mahasiswa perlu mengetahui kurikulum, sistem Satuan Kredit Semester (SKS), struktur pembelajaran, serta masa studi yang harus ditempuh.

Pemahaman tersebut penting agar setiap mahasiswa mampu menyusun rencana studi secara terarah dan menyelesaikan seluruh tahapan akademik sesuai ketentuan.Menurut Prof. Ardhi, pendidikan Pascasarjana tidak berhenti pada kehadiran dalam perkuliahan. Mahasiswa dituntut mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis, melakukan penelitian, serta menghasilkan karya ilmiah sebagai bagian penting dari perjalanan akademiknya.“Mahasiswa harus memahami sejak awal bagaimana proses belajar berlangsung, kurikulum yang ditempuh, jumlah SKS, serta masa belajar yang harus diselesaikan. Dengan pemahaman tersebut, mahasiswa dapat merencanakan studinya dengan baik dan tidak kehilangan arah dalam menyelesaikan setiap tahapan akademik,” jelasnya.

Materi Matrikulasi Perkuat Kompetensi PenelitianSelama matrikulasi, mahasiswa mendapatkan beragam materi yang diarahkan untuk memperkuat fondasi akademik, metodologi penelitian, wawasan keilmuan, serta pemahaman terhadap isu-isu strategis yang berkaitan dengan pendidikan dan kehidupan masyarakat.Materi yang diberikan antara lain “Strategi Kebijakan Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Program Pascasarjana”, “Riset dan Inovasi Berbasis Potensi Daerah: Membangun Penelitian Pascasarjana yang Berdampak bagi Masyarakat”, serta materi pengembangan metodologi penelitian.Mahasiswa S2 Program Studi Ilmu Komunikasi juga mendapatkan materi mengenai pengembangan metodologi ilmu sosial dalam pemetaan dan teori penelitian Pascasarjana serta transformasi komunikasi antarbudaya dalam penyebaran ajaran agama Hindu.Sementara mahasiswa S3 Pendidikan Agama Hindu mendapatkan pembekalan mengenai pengembangan instrumen penelitian, isu pendidikan kontemporer, transformasi pendidikan agama Hindu di era digital, serta etika Hindu dan relevansinya dalam pengembangan pendidikan agama.Materi lainnya mencakup eksistensi agama Hindu di era globalisasi dan digitalisasi, manajemen pendidikan keagamaan Hindu, serta transformasi komunikasi antarbudaya.

Rangkaian matrikulasi tersebut menjadi bagian dari upaya Program Pascasarjana IAHN Gde Pudja Mataram membangun fondasi akademik yang kuat bagi mahasiswa S2 dan S3.Dengan jumlah peserta mencapai 71 mahasiswa dan latar belakang disiplin ilmu yang beragam, kegiatan ini sekaligus diarahkan untuk membangun budaya akademik lintas disiplin. Pertukaran gagasan dan perspektif diharapkan mampu mendorong mahasiswa menghasilkan penelitian yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat.Melalui matrikulasi, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam memahami sistem studi, kurikulum, SKS, masa belajar, teori, paradigma, konsep, serta metodologi penelitian.Dengan dibukanya matrikulasi secara resmi oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, sebanyak 71 mahasiswa S2 dan S3 memulai perjalanan akademik Tahun Akademik 2026/2027 dengan fondasi keilmuan yang diharapkan mampu mengantarkan mereka menjadi akademisi dan peneliti yang kritis, inovatif, serta mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat.
By:P26


