TIM BIRO ORTALA KEMENAG RI VERIFIKASI DAN VALIDASI USULAN PENAMBAHAN FAKULTAS DAN PENYEMPURNAAN ORTAKER IAHN GDE PUDJA MATARAM

Mataram, 29 September 2026 — Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram terus memantapkan langkah penguatan dan pengembangan kelembagaan melalui proses verifikasi, validasi, dan asesmen usulan penambahan fakultas serta penyempurnaan Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker).Proses tersebut mendapat perhatian langsung dari Tim Biro Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia yang hadir di IAHN Gde Pudja Mataram untuk melakukan pemeriksaan dokumen sekaligus verifikasi lapangan terhadap usulan pengembangan kelembagaan.Kehadiran Tim Biro Ortala Kemenag RI merupakan tindak lanjut dari Surat Tugas Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI Nomor 150/B.IV/OT.00/09/2026.

Dalam surat tugas tersebut, tim ditugaskan melaksanakan verifikasi pemeriksaan dokumen dan verifikasi lapangan atas permohonan penataan organisasi dan pembentukan fakultas pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, termasuk di IAHN Gde Pudja Mataram.Rangkaian kegiatan berlangsung pada 28–30 September 2026. Selain verifikasi dan validasi dokumen, tim juga melakukan asesmen terhadap kesiapan institusi di lapangan sebagai bagian dari proses penataan dan pengembangan.Salah satu agenda penting dalam rangkaian asesmen tersebut adalah pemaparan naskah akademik oleh Dekan Fakultas Dharma Duta Brahma Widya dan Dharma Sastra, Dr. Putu Somiartha.Pemaparan naskah akademik memberikan gambaran komprehensif mengenai kebutuhan pengembangan kelembagaan IAHN Gde Pudja Mataram, termasuk usulan penambahan fakultas dan sejumlah struktur pendukung yang diperlukan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi serta pelayanan administrasi dan tata kelola institusi.

Melalui pemaparan tersebut, kebutuhan penguatan struktur kelembagaan tidak hanya dilihat dari perspektif penambahan fakultas, tetapi juga dari kebutuhan institusi secara menyeluruh. Pengembangan sejumlah struktur pendukung diharapkan dapat menciptakan pembagian tugas dan fungsi yang lebih proporsional serta memperkuat efektivitas pelaksanaan tugas akademik dan administratif.Naskah akademik tersebut sekaligus menjadi ruang bagi IAHN Gde Pudja Mataram untuk menyampaikan argumentasi akademik dan kelembagaan mengenai arah pengembangan institusi kepada Tim Biro Ortala Kemenag RI.Ketua Tim Penataan Biro Ortala Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI, Kisman, menyampaikan bahwa usulan pengembangan kelembagaan yang disampaikan IAHN Gde Pudja Mataram merupakan sebuah langkah baik yang mendapat apresiasi dan dukungan.

Menurutnya, pengembangan kelembagaan merupakan bagian penting dalam meningkatkan kapasitas perguruan tinggi. Namun demikian, setiap usulan tetap harus mengacu pada peraturan, ketentuan, dan persyaratan yang telah ditetapkan.“Ini merupakan langkah yang baik dan tentu kami apresiasi serta dukung untuk pengembangan IAHN Gde Pudja Mataram. Tentunya, dalam prosesnya harus tetap mengacu pada peraturan dan persyaratan yang telah ditentukan,” ujar Kisman.Ia juga menekankan pentingnya penguatan sejumlah indikator sebagai bagian dari kesiapan pengembangan kelembagaan.

Di antaranya adalah jumlah mahasiswa, program studi, serta beban kerja lembaga yang harus menjadi perhatian dalam penataan organisasi.Menurut Kisman, penguatan aspek tersebut penting agar struktur organisasi yang dikembangkan memiliki dasar kebutuhan yang jelas dan sejalan dengan kapasitas serta perkembangan institusi.“Karena itu, perlu diperkuat jumlah mahasiswa, program studi, dan beban kerja lembaga. Hal-hal tersebut menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam proses pengembangan dan penataan kelembagaan,” jelasnya.Arahan tersebut menjadi masukan penting bagi IAHN Gde Pudja Mataram untuk terus memperkuat basis akademik dan kelembagaan.

Dengan demikian, pengembangan struktur organisasi nantinya dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan mahasiswa, pengembangan program studi, serta peningkatan beban dan fungsi kelembagaan.Rektor: Terima Kasih atas Arahan dan Kesempatan yang DiberikanRektor IAHN Gde Pudja Mataram menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Biro Ortala Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI atas kehadiran, arahan, petunjuk, serta kesempatan yang diberikan kepada IAHN Gde Pudja Mataram dalam melakukan penyempurnaan kelembagaan.“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Tim Biro Ortala Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI yang telah hadir memberikan arahan, petunjuk, serta kesempatan kepada IAHN Gde Pudja Mataram untuk melakukan penyempurnaan Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker),” ungkap Rektor.

Menurutnya, proses verifikasi, validasi, dan asesmen merupakan kesempatan penting bagi IAHN Gde Pudja Mataram untuk melakukan evaluasi sekaligus menyempurnakan tata kelola kelembagaan agar semakin sesuai dengan kebutuhan dan arah pengembangan institusi.Rektor menegaskan bahwa penyempurnaan Ortaker merupakan salah satu tahapan penting dalam mempersiapkan transformasi kelembagaan IAHN Gde Pudja Mataram menuju perubahan bentuk menjadi universitas.“Harapan kami, melalui proses ini kita mendapatkan banyak masukan dan petunjuk yang konstruktif sehingga Ortaker IAHN Gde Pudja Mataram dapat semakin baik dan kuat, serta mampu menjadi landasan bagi pengembangan institusi ke depan. Ini merupakan bagian dari perjalanan kita menuju perubahan bentuk menjadi universitas,” ujarnya.Ia menambahkan bahwa perjalanan menuju perubahan bentuk menjadi universitas membutuhkan kesiapan dari berbagai aspek, baik kelembagaan, akademik, sumber daya manusia, maupun tata kelola.

Karena itu, masukan dan arahan dari Kementerian Agama melalui Tim Biro Ortala menjadi bagian penting dalam memastikan setiap tahapan pengembangan institusi dipersiapkan secara matang.“Kami tentu sangat terbuka terhadap seluruh arahan dan masukan dari Tim Biro Ortala. Apa yang menjadi rekomendasi akan menjadi bahan bagi kami untuk melakukan pembenahan dan penyempurnaan. Semoga ikhtiar bersama ini dapat mengantarkan IAHN Gde Pudja Mataram menuju institusi yang semakin maju dan pada waktunya dapat bertransformasi menjadi universitas,” pungkasnya.Kehadiran Tim Biro Ortala Kemenag RI, pemaparan naskah akademik, serta FGD penyempurnaan Ortaker menjadi rangkaian penting dalam perjalanan pengembangan kelembagaan IAHN Gde Pudja Mataram.Usulan yang disampaikan tidak semata-mata berorientasi pada penambahan fakultas, tetapi juga pada penguatan struktur pendukung yang dibutuhkan agar pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, pelayanan akademik, administrasi, dan tata kelola institusi dapat berjalan semakin efektif.

Di sisi lain, arahan Tim Biro Ortala menjadi pengingat bahwa pengembangan kelembagaan perlu dibangun di atas fondasi yang kuat, terutama melalui penguatan jumlah mahasiswa, program studi, dan beban kerja lembaga, serta pemenuhan seluruh ketentuan yang berlaku.Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan jangka panjang IAHN Gde Pudja Mataram dalam membangun fondasi kelembagaan yang lebih kuat sebagai tahapan menuju perubahan bentuk menjadi universitas.Dengan semangat kolaborasi, keterbukaan terhadap arahan, dan komitmen melakukan penyempurnaan, IAHN Gde Pudja Mataram terus melangkah memperkuat kelembagaan untuk menjawab tantangan pendidikan tinggi dan kebutuhan masyarakat di masa depan.

By:(P26)

Leave a Comment

Scroll to Top