
Mataram, 12 April 2026 — Suasana penuh semangat dan optimisme menyelimuti IAHN Gde Pudja Mataram saat menerima kunjungan pembinaan dari Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Drs I Nengah Duija, M.Si, pada Minggu (12/4). Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan lantai 3 Gedung Rektorat ini dihadiri oleh seluruh ASN di lingkungan kampus. Acara diawali dengan sambutan Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., SE., M.Si., yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Dirjen. Dalam suasana hangat, Rektor menegaskan bahwa kehadiran Dirjen bukan hanya sebagai bentuk pembinaan, tetapi juga cerminan komitmen nyata dalam mendorong kemajuan pendidikan tinggi Hindu. Ia juga menyoroti bahwa pembukaan Program Studi Doktoral (S3) Ilmu Komunikasi Hindu merupakan buah dari kerja sama lintas pihak yang selama ini terjalin dengan baik.

Lebih jauh, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan momentum ini sebagai titik tolak peningkatan kualitas sumber daya manusia. Di tengah tuntutan efisiensi anggaran, ia menekankan pentingnya transformasi melalui langkah-langkah sederhana namun berdampak nyata. “Mari kita bangun kesadaran kolektif untuk memperkuat budaya kerja, meningkatkan produktivitas, serta menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas,” pesannya, seraya mengajak seluruh pihak mendukung kebijakan Kementerian Agama dan Direktorat Jenderal Bimas Hindu. Dalam arahannya, Dirjen menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat atas lolosnya usulan penambahan fakultas di lingkungan kampus. Menurutnya, capaian ini merupakan langkah penting dan strategis dalam menyiapkan transformasi kelembagaan menuju universitas. Ia pun mendorong agar segera dibentuk tim khusus guna mempercepat proses tersebut.

Tak hanya itu, Dirjen juga memberikan perhatian khusus terhadap pembukaan Prodi S3 Ilmu Komunikasi Hindu. Ia menilai kehadiran program ini sebagai bukti kesiapan institusi dalam mengelola pendidikan tinggi berbasis keilmuan Hindu secara lebih maju dan profesional. Dalam pemaparannya, ia menekankan sejumlah hal penting terkait tata kelola program doktoral, mulai dari mekanisme penerimaan mahasiswa baru hingga pentingnya pengarsipan yang tertib sebagai fondasi utama dalam proses akreditasi.

Momen paling berkesan dalam kegiatan ini adalah penyerahan langsung Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 573 Tahun 2026 tentang Izin Pembukaan Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu untuk Program Doktor pada IAHN Gde Pudja Mataram. Penyerahan ini menjadi kejutan membahagiakan bagi seluruh hadirin. Bahkan, Dirjen mengungkapkan bahwa proses penerbitan SK tersebut tergolong luar biasa cepat, yaitu hanya dalam waktu dua hari sejak draft diajukan. Ini adalah sebuah capaian yang jarang terjadi.

Mengakhiri arahannya, Dirjen berpesan agar program doktoral ini dikelola secara sungguh-sungguh, profesional, dan berorientasi pada mutu, dengan mengoptimalkan potensi sumber daya manusia yang dimiliki. Ia berharap program ini mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkontribusi nyata bagi masyarakat. Kegiatan pembinaan ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas capaian yang diraih, sekaligus harapan akan langkah-langkah besar berikutnya. Dengan dibukanya Program Studi Doktoral Ilmu Komunikasi Hindu, IAHN Gde Pudja Mataram semakin meneguhkan posisinya sebagai pusat pengembangan keilmuan Hindu yang progresif dan berdaya saing.
(by: DKS)
