
Mataram – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) XXV Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram Tahun 2026 resmi berakhir dengan hasil yang membanggakan. Sebanyak 232 mahasiswa telah menyelesaikan pengabdian kepada masyarakat selama 52 hari di 18 lokasi yang tersebar di sejumlah desa di Kabupaten Lombok Barat.Selama pelaksanaan KKN, para mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja yang telah dirancang, tetapi juga hidup berdampingan dengan masyarakat, memberikan pendampingan, edukasi, serta berbagai kegiatan pemberdayaan sesuai kebutuhan di setiap wilayah. Kehadiran mahasiswa menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Adapun 18 lokasi KKN XXV IAHN Gde Pudja Mataram meliputi Dusun Kebaloan, Dusun Ngis, Dusun Baturinggis dan Dusun Sangaran di Desa Celelos, Dusun Nusa Sari, Dusun Tirtasari, Banjar Mekar Sari Dusun Batu Leong, serta Dusun Paluh Tangi di Desa Pelangan, Dusun Pengempus Sari di Desa Manggala, Dusun Pemangkalan, Dusun Karang Majeti, Dusun Suranadi Selatan di Desa Suranadi, Dusun Kuranji di Desa Lembar, Dusun Gumisa Timur di Desa Giri Tembesi, Dusun Rincung di Desa Banyu Urip, Dusun Alas Malang di Desa Tempos, Dusun Awang Madya di Desa Giri, dan Dusun Montong Galur di Desa Giri Madya.

Selama 52 hari pelaksanaan KKN, mahasiswa melaksanakan berbagai program di bidang pendidikan, keagamaan, pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, kesehatan lingkungan, serta kegiatan sosial yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat. Berbagai program tersebut mendapat sambutan positif dan melibatkan partisipasi aktif warga.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., menyampaikan bahwa keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya program kerja yang dilaksanakan, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah menjalankan pengabdian dengan penuh tanggung jawab serta mampu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat di lokasi KKN.“Jangan berhenti mengabdi setelah KKN berakhir. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk menjadi sarjana yang rendah hati, profesional, berintegritas, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman KKN merupakan proses pembelajaran yang membentuk karakter mahasiswa agar memiliki kepedulian sosial dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. Ia juga mengingatkan mahasiswa bahwa keberhasilan pengabdian tidak hanya dilihat dari apa yang disampaikan, tetapi juga dari sikap dan cara memperlakukan masyarakat.“Masyarakat tidak selalu mengingat apa yang kita katakan, tetapi mereka akan selalu mengingat bagaimana kita memperlakukan mereka,” tambahnya.

Dr. Sinar Ayu Ratna Dewi juga menyampaikan pesan agar semangat pengabdian tetap melekat dalam diri mahasiswa setelah kembali ke kampus.“KKN boleh berakhir hari ini, tetapi semangat pengabdian harus hidup sepanjang hayat. Langkah boleh kembali ke kampus, namun hati hendaknya tetap berpihak kepada masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia KKN XXV IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. I Made Ardika Yasa, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan pengabdian dengan penuh dedikasi. Menurutnya, seluruh peserta KKN telah menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta mampu menjaga etika dan nama baik kampus selama berada di tengah masyarakat.“Saya menyampaikan rasa bangga dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa KKN XXV IAHN Gde Pudja Mataram. Selama menjalankan pengabdian di masyarakat, saudara telah menunjukkan sikap yang baik, menjunjung tinggi nilai-nilai akademik, menjaga etika, serta mampu menjaga nama baik IAHN Gde Pudja Mataram di setiap lokasi penempatan,” katanya.

Ia berharap pengalaman selama KKN menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.“Jadikan pengalaman selama 52 hari ini sebagai fondasi untuk menjadi insan akademik yang unggul, berintegritas, dan selalu menghadirkan manfaat di mana pun berada. KKN memang telah berakhir, tetapi semangat pengabdian kepada masyarakat tidak boleh pernah berhenti,” tambahnya.

Dr. I Made Ardika Yasa juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, pemerintah desa, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga di 18 lokasi KKN yang telah menerima dan mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan program..Berakhirnya KKN XXV Tahun 2026 menjadi bukti komitmen IAHN Gde Pudja Mataram dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, kampus terus berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, integritas, dan kemampuan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat..Keberhasilan 232 mahasiswa di 18 lokasi KKN diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaksanaan KKN pada tahun-tahun berikutnya serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun daerah.
By:P26


