Mataram – Langkah Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram menuju perguruan tinggi berdaya saing global semakin nyata. Melalui Visiting Professor Program dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Central Sanskrit University (CSU), India, IAHN Gde Pudja Mataram memperkuat jejaring internasional sekaligus membuka babak baru kolaborasi akademik lintas negara di bidang pendidikan, penelitian, kebudayaan, dan pengembangan sumber daya manusia. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 3 Gedung Rektorat, Rabu (5/8), menjadi momentum penting dalam memperkokoh diplomasi akademik antara Indonesia dan India. Kehadiran para akademisi terkemuka dari Central Sanskrit University bersama pimpinan, dosen, dan mahasiswa IAHN Gde Pudja Mataram menciptakan ruang dialog ilmiah yang mempertemukan tradisi keilmuan, nilai-nilai budaya, serta visi bersama dalam membangun pendidikan tinggi yang unggul dan berkelas duni. Di bawah koordinasi Ketua Panitia Dewi Kusumasanthi, B.Com., M.A., kegiatan berlangsung dengan sukses dan menjadi wadah dialog akademik yang memperkuat jejaring internasional IAHN Gde Pudja Mataram.
Delegasi Central Sanskrit University dipimpin langsung oleh Prof. Shrinivasa Varakhedi, Vice Chancellor Central Sanskrit University, didampingi Prof. Madhukeshwar Bhat, Professor sekaligus Director of Central Schemes, Director of Programmes, dan Officer on Special Duty to the Hon’ble Vice Chancellor, serta Prof. Amarjiva Lochan, General Secretary International Centre for Cultural Studies (ICCS) sekaligus anggota Divisi Kerja Sama Akademik Internasional Central Sanskrit University. Kolaborasi kedua institusi turut difasilitasi oleh Yayasan Dvipantara Samskrtam Bali, melalui Ketua Dewan Pembinanya, Mr. Sumesh Soman Kuzhivelil. Membuka kegiatan, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., menegaskan bahwa kerja sama internasional merupakan salah satu strategi utama dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi sekaligus memperluas akses sivitas akademika terhadap ekosistem pendidikan global.
Menurut Rektor, penandatanganan MoU ini merupakan fondasi bagi berbagai program kolaboratif yang akan diwujudkan secara berkelanjutan, mulai dari pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, pengembangan kurikulum, penyelenggaraan konferensi internasional, publikasi ilmiah bereputasi, hingga penguatan pertukaran budaya.“Kemitraan ini merupakan komitmen bersama untuk menghadirkan kolaborasi yang berdampak dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kami optimistis kerja sama ini akan memperkuat kapasitas institusi sekaligus memperluas perspektif global sivitas akademika,” ujar Rektor.Ia menambahkan, melalui kemitraan tersebut IAHN Gde Pudja Mataram semakin mantap menapaki visinya sebagai pusat unggulan kajian Hindu, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan yang memiliki jejaring internasional.
Dalam keynote speech-nya, Prof. Shrinivasa Varakhedi menyoroti kuatnya hubungan historis antara India dan Indonesia yang telah terjalin selama berabad-abad. Menurutnya, berbagai kesamaan tradisi, nilai budaya, warisan spiritual, hingga jejak bahasa Sanskerta yang masih hidup dalam kehidupan masyarakat Indonesia menunjukkan kedekatan peradaban kedua bangsa. Ia mengungkapkan bahwa kerja sama antara Central Sanskrit University dan IAHN Gde Pudja Mataram tidak sekadar membangun hubungan antarlembaga pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi kelanjutan dari ikatan sejarah dan budaya yang telah lama menyatukan kedua negara. Sesi akademik kemudian dilanjutkan oleh Prof. Madhukeshwar Bhat yang memperkenalkan ekosistem pendidikan Central Sanskrit University, termasuk Distance Education Programme yang memungkinkan mahasiswa dari berbagai negara mengakses pembelajaran bahasa Sanskerta, filsafat India, kitab-kitab klasik, serta sistem pengetahuan tradisional melalui platform pembelajaran daring dan blended learning.
Ia berharap kerja sama yang telah dibangun dapat segera diwujudkan dalam berbagai program nyata, seperti visiting professor, riset kolaboratif, publikasi internasional bersama, pengembangan kurikulum, mobilitas dosen dan mahasiswa, hingga penyelenggaraan konferensi akademik internasional. Sementara itu, Prof. Amarjiva Lochan menekankan bahwa nota kesepahaman tersebut merupakan kerangka strategis untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia meyakini sinergi kedua institusi akan menghasilkan berbagai program akademik yang memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat diplomasi pendidikan antara Indonesia dan India.
Penandatanganan Memorandum of Understanding menjadi puncak acara yang menandai dimulainya kemitraan resmi antara kedua perguruan tinggi. Suasana keakraban semakin terasa melalui pertukaran cenderamata sebagai simbol persahabatan, dilanjutkan dengan foto bersama seluruh delegasi Indonesia dan India. Tidak hanya menjadi forum seremonial, kegiatan ini juga menghadirkan ruang interaksi yang dinamis antara dosen, mahasiswa, dan para visiting professor. Berbagai diskusi yang berlangsung membuka peluang lahirnya kolaborasi akademik baru serta memperluas wawasan internasional sivitas akademika IAHN Gde Pudja Mataram. Melalui kerja sama strategis ini, IAHN Gde Pudja Mataram kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jejaring global, memperkuat reputasi akademik, dan menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang inovatif, kolaboratif, serta mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif di tingkat internasional. Dengan semakin terbukanya peluang kolaborasi bersama universitas-universitas bereputasi dunia, IAHN Gde Pudja Mataram optimistis dapat mengambil peran yang lebih besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pelestarian nilai-nilai Hindu, dan diplomasi akademik di kancah global.