
Lombok Tengah, 10 September 2026 — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram menunjukkan kepedulian dan empati kepada masyarakat Desa Adat Sade, Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, yang tengah menjalani proses pemulihan pascakebakaran.
Kehadiran DWP bersama keluarga besar IAHN Gde Pudja Mataram di Sade, Kamis (10/9/2026), menjadi wujud silaturahmi, kepedulian, sekaligus dukungan moral agar masyarakat Sade tetap kuat dan mampu bangkit kembali setelah musibah kebakaran yang melanda kawasan adat tersebut pada 22 Agustus 2026.

Ketua DWP IAHN Gde Pudja Mataram, Ny. Ir. Ersani Wirata, hadir bersama sejumlah perwakilan DWP mendampingi Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., jajaran pimpinan, serta rombongan civitas akademika.

Bagi Ny. Ir. Ersani Wirata, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi, tetapi merupakan bentuk nyata empati kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
“Silaturahmi dan empati ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian kepada warga Desa Adat Sade. Kami ingin hadir, berbagi, dan memberikan dukungan agar masyarakat Sade tetap kuat serta dapat bangkit kembali setelah musibah yang terjadi,” ujar Ny. Ir. Ersani Wirata.

Dalam kunjungan tersebut, Rektor bersama rombongan menyerahkan bantuan dana kepada masyarakat terdampak kebakaran. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dalam proses pemulihan sekaligus menjadi penyemangat bagi warga untuk kembali menata kehidupan dan membangun kawasan adat yang terdampak.Ny. Ir. Ersani mengatakan, proses pemulihan Sade membutuhkan semangat dan kebersamaan dari berbagai pihak. Dukungan yang diberikan, baik secara moral maupun material, diharapkan dapat membantu menguatkan masyarakat dalam menghadapi dampak musibah.

Sade Bukan Sekadar Destinasi Wisata
Bagi keluarga besar IAHN Gde Pudja Mataram, Desa Adat Sade memiliki arti penting yang jauh melampaui keberadaannya sebagai destinasi wisata. Sade merupakan salah satu ruang hidup yang merepresentasikan identitas, tradisi, pengetahuan lokal, serta warisan budaya masyarakat Sasak.
Karena itu, musibah kebakaran yang menimpa kawasan tersebut menjadi keprihatinan bersama.
by: P26


