PENUTUPAN MATRIKULASI S2 DAN S3 2026: PENGUATAN KEILMUAN, KEPEMIMPINAN, DAN KOLABORASI UNTUK TRANSFORMASI SOSIAL

Mataram, 5 September 2026 — Rangkaian kegiatan Matrikulasi bagi mahasiswa Program Magister (S2) dan Doktor (S3) Program Pascasarjana Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram Tahun Akademik 2026/2027 resmi ditutup pada Sabtu (5/9/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk memperkuat orientasi akademik, kapasitas keilmuan, serta kesiapan berkontribusi dalam transformasi sosial di masyarakat.Ketua Panitia Matrikulasi S2 dan S3, Dr. Dewi Rahayu Aryaningsih, S.Ag., M.Ag., pada laporannya menegaskan pentingnya komitmen mahasiswa dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan matrikulasi.

Komitmen tersebut tercermin melalui kedisiplinan, kehadiran, keaktifan, serta partisipasi mahasiswa selama mengikuti setiap agenda yang telah disiapkan oleh panitia.Menurutnya, matrikulasi merupakan tahapan awal yang penting bagi mahasiswa dalam memasuki lingkungan akademik Pascasarjana. Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga aktif mengikuti proses pembelajaran, berdiskusi, mengembangkan wawasan, serta membangun interaksi akademik dengan para narasumber dan sesama mahasiswa.Kedisiplinan dan keaktifan selama matrikulasi, lanjutnya, menjadi bagian dari pembentukan budaya akademik yang harus terus dibangun selama mahasiswa menempuh pendidikan Pascasarjana.

Sikap tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menjalani proses pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, hingga menghasilkan luaran akademik yang berkualitas.Pada rangkaian akhir matrikulasi, mahasiswa mendapatkan sejumlah materi yang relevan dengan pengembangan kapasitas akademik dan perspektif sosial-budaya.Materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. I Wayan Ardhi Wirawan, S.Pd., S.Ag., M.Si., dengan judul “Etika Penulisan dan Publikasi Karya Ilmiah.” Materi ini memberikan penguatan kepada mahasiswa mengenai pentingnya etika akademik dalam proses penulisan dan publikasi karya ilmiah. Mahasiswa Pascasarjana didorong untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, berintegritas, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Selanjutnya, materi “Transformasi Sosial-Budaya di Era Kontemporer: Perspektif Kebijakan, Pendidikan Agama dan Komunikasi” disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan. Materi tersebut memberikan perspektif kepada mahasiswa mengenai perubahan sosial dan budaya yang terjadi di tengah masyarakat serta pentingnya peran kebijakan, pendidikan agama, dan komunikasi dalam merespons dinamika tersebut.Kedua materi tersebut menjadi relevan dengan arah pengembangan pendidikan Pascasarjana yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori dan keilmuan, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa membaca persoalan sosial serta menghasilkan gagasan dan solusi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.Kegiatan kemudian ditutup oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Krlembagaan dan Kerjasama, Dr. Joko Prayitno.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Direktur Program Pascasarjana beserta seluruh panitia yang telah mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan matrikulasi sehingga dapat berjalan dengan baik.Ia menegaskan bahwa matrikulasi bukan sekadar kegiatan pengenalan bagi mahasiswa baru, melainkan menjadi fondasi awal dalam membangun karakter akademik, kapasitas intelektual, kepemimpinan, serta orientasi pengabdian mahasiswa.Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula rasa syukur atas capaian institusi dengan telah keluarnya akreditasi pertama Program Studi S3 Ilmu Komunikasi.

Capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi pengembangan Program Pascasarjana sekaligus menjadi tantangan untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan menghasilkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.Dr. Joko menekankan bahwa perguruan tinggi harus mampu menjadi kampus yang berdampak. Keberadaan kampus tidak cukup hanya diukur melalui aktivitas akademik, penelitian, maupun jumlah lulusan, tetapi juga dari sejauh mana ilmu pengetahuan yang dikembangkan mampu memberikan perubahan dan manfaat bagi masyarakat.Ia menekankan pentingnya sinergi antara kampus dan masyarakat, sehingga kehadiran perguruan tinggi benar-benar menghasilkan dampak yang dapat dirasakan secara langsung.Semangat tersebut juga diwujudkan melalui sinergi sivitas akademika dengan pemerintah.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah diharapkan tidak berhenti pada kerja sama secara formal, tetapi diwujudkan dalam program-program nyata yang memiliki hasil dan manfaat bagi masyarakat.“Kolaborasi harus nyata, riil, ada hasilnya, dan ada manfaatnya bagi masyarakat,” menjadi salah satu pesan penting dalam sambutan penutupan tersebut.Mahasiswa Pascasarjana juga didorong untuk menghasilkan berbagai luaran akademik, seperti artikel ilmiah, buku, dan karya-karya akademik lainnya. Namun, luaran tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai publikasi atau dokumen semata. Ilmu yang diperoleh selama menjalani pendidikan harus mampu diterjemahkan menjadi gagasan, inovasi, dan solusi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.Lebih jauh, mahasiswa diajak untuk memikirkan dampak setelah menyelesaikan pendidikan. Pemerintah dan masyarakat nantinya tidak hanya melihat gelar akademik yang diperoleh, tetapi juga akan mempertanyakan apa yang telah diberikan setelah seseorang menyelesaikan pendidikannya.Mahasiswa diharapkan mampu menjawab pertanyaan penting: “Setelah menyelesaikan pendidikan, apa dampak yang saya berikan kepada masyarakat? Apakah saya mampu menjadi pemimpin di masyarakat?”Pertanyaan tersebut menjadi refleksi sekaligus tantangan bagi mahasiswa Pascasarjana untuk menjadikan ilmu pengetahuan sebagai instrumen perubahan.

Pendidikan tinggi diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan, kepedulian sosial, kemampuan berkolaborasi, dan komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.Penutupan Matrikulasi S2 dan S3 Tahun 2026 dengan demikian menjadi awal bagi mahasiswa untuk memasuki proses pendidikan yang lebih mendalam. Dengan bekal materi tentang etika penulisan dan publikasi karya ilmiah serta transformasi sosial-budaya di era kontemporer, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keilmuan sekaligus mengambil peran strategis dalam kehidupan masyarakat.Melalui penguatan keilmuan, kedisiplinan, kepemimpinan, sinergi, dan kolaborasi yang berdampak, Program Pascasarjana IAHN Gde Pudja Mataram diharapkan terus berkembang sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkompeten, tetapi juga mampu menghadirkan transformasi sosial dan manfaat nyata bagi masyarakat.

By:(P26)

Leave a Comment

Scroll to Top