
IAHN Gde Pudja Mataram telah melaksanakan kegiatan monitoring bagi calon pendaftar mahasiswa baru Gelombang I Tahun Akademik 2026/2027 pada PMB Nasional melalui jalur beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memastikan program beasiswa diberikan secara tepat sasaran kepada calon mahasiswa yang benar-benar membutuhkan dukungan pendidikan.

Monitoring dilaksanakan mulai tanggal 3 sampai dengan 4 Mei 2026 di sejumlah wilayah di Pulau Lombok, meliputi Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Utara. Sementara itu, untuk calon mahasiswa yang berada di luar Pulau Lombok seperti wilayah Sumbawa monitoring tetap dilaksanakan melalui video call. Langkah ini dilakukan mengingat efisiensi anggaran, namun pihak kampus tetap berupaya mengetahui kondisi sebenarnya dari calon mahasiswa yang mengajukan bantuan pendidikan. Jumlah calon mahasiswa yang dilakukan monitoring sebanyak 92 orang. Adapun calon mahasiswa lainnya tidak lagi dilakukan monitoring karena telah terdaftar sebagai penerima bantuan sosial pemerintah seperti KIP, PKH, maupun KKS.

Kegiatan monitoring ini dilaksanakan oleh Kabag Umum dan Layanan Akademik, Ketua SPI beserta staf, para Ketua Jurusan, Kasubbag Layanan Akademik dan staf, panitia PMB, serta Tim Humas IAHN Gde Pudja Mataram. Tim melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi ekonomi, lingkungan tempat tinggal, serta kesiapan calon mahasiswa dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kampus memiliki komitmen kuat untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi seluruh masyarakat, khususnya bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Barat.“IAHN Gde Pudja Mataram terus berupaya memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk melanjutkan pendidikan melalui berbagai program beasiswa, khususnya KIP Kuliah. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para mahasiswa untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa pemberian beasiswa KIP Kuliah dilakukan melalui Puspenma, di mana setiap perguruan tinggi mendapatkan kuota penerima beasiswa. Untuk tahun ini, kuota beasiswa di IAHN Gde Pudja Mataram dinilai cukup banyak dibandingkan tahun sebelumnya sehingga memberikan peluang lebih besar bagi calon mahasiswa untuk memperoleh bantuan pendidikan.

Sementara itu, Kabag Umum dan Layanan Akademik sekaligus Ketua Panitia PMB IAHN Gde Pudja Mataram, Ni Made Ayu Gempa Wati, S.Ag., M.Pd.H., menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keinginan dan kesungguhan calon mahasiswa dalam melanjutkan pendidikan, termasuk dukungan dari keluarga maupun lingkungan sekitarnya.

“Kami ingin memastikan bahwa bantuan pendidikan ini benar-benar diterima oleh mahasiswa yang membutuhkan dan memiliki semangat kuat untuk kuliah. Karena itu, monitoring dilakukan secara langsung maupun melalui video call untuk melihat kondisi riil calon mahasiswa,” ungkapnya.Melalui kegiatan ini, IAHN Gde Pudja Mataram berharap program beasiswa KIP Kuliah dapat berjalan lebih tepat sasaran serta mampu membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi dengan baik.
By:P26



Saya sebagai penerima kip sangat merasa bersyukur karna dari dana kip ini sy bisa membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarga sy🙏
Iahn gde pudja Mataram jaya terus, berkembang terus Dan semoga iahn gde puja Mataram menjadi kampus yang unggul.