IAHN GDE PUDJA MATARAM JADI RUANG KOLABORASI STRATEGIS PENGUATAN PROFESIONALISME PINANDITA MELALUI DHARMATULA HUT KE-27 PSN

Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram kembali menunjukkan komitmennya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan spiritualitas Hindu melalui dukungannya terhadap kegiatan Dharmatula dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-27 Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korwil Nusa Tenggara Barat. Kegiatan yang berlangsung di Aula Rektorat lantai 3 ini menjadi bukti nyata peran kampus sebagai ruang dialog intelektual sekaligus penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Mengusung tema “Meningkatkan Kebersamaan dalam Sevanam, Dasyanam, lan Lascarya untuk NTB Hebat, Makmur, Mendunia”, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, tokoh umat, organisasi keagamaan, hingga masyarakat Hindu. Kehadiran peserta lintas elemen ini semakin menegaskan posisi IAHN Gde Pudja Mataram sebagai pusat kolaborasi antara dunia akademik dan komunitas keagamaan.

Kontribusi akademik Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram tampak nyata melalui kehadiran Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd. dan salah satu guru besar IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Drs. I Nyoman Murba Widana, M.Ag., sebagai narasumber utama. Diskusi yang dipandu oleh Ibu Ni Komang Wiasti, S.Pd., M.Pd.H., berlangsung dinamis dan memberikan penguatan konseptual maupun praktis bagi para peserta.

Dalam pemaparannya, Rektor menekankan pentingnya profesionalisme pinandita di tengah dinamika zaman. Ia menggarisbawahi bahwa pinandita tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana ritual, tetapi juga sebagai pendidik umat yang mampu menjelaskan nilai-nilai tattwa secara kontekstual. Hal ini menunjukkan kontribusi kampus dalam mendorong transformasi peran keagamaan berbasis pengetahuan dan integritas.

Penguatan perspektif akademik juga diperkaya oleh pemaparan guru besar IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Drs. I Nyoman Murba Widana, M.Ag., yang menekankan bahwa kerja dan pengabdian merupakan bagian dari praktik spiritual. Nilai-nilai seperti sevanam, dasyanam, dan lascarya diposisikan sebagai fondasi etika kerja yang selaras dengan ajaran Hindu, sekaligus relevan dalam kehidupan modern. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana kampus berperan dalam menjembatani nilai tradisi dengan kebutuhan zaman. Tidak hanya melalui forum diskusi, kontribusi nyata IAHN Gde Pudja Mataram juga diwujudkan melalui penyerahan buku alih bahasa lontar Tattwa Ngemban Wong Bobot oleh LPPM. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya pelestarian sekaligus pengembangan khazanah intelektual Hindu berbasis riset, yang merupakan salah satu kekuatan utama kampus dalam bidang akademik.

Kegiatan ini semakin mempertegas posisi IAHN Gde Pudja Mataram sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga aktif mengambil peran dalam penguatan kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat. Kampus hadir sebagai motor penggerak yang mengintegrasikan ilmu, spiritualitas, dan pengabdian dalam satu kesatuan yang berkelanjutan.Ke depan, IAHN Gde Pudja Mataram terus berkomitmen memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak dalam rangka memperkuat peran pendidikan tinggi Hindu yang adaptif, inklusif, dan berdampak luas. Melalui kegiatan-kegiatan semacam ini, kampus diharapkan semakin mampu melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan komitmen pengabdian kepada masyarakat.

(by: DKS)

Leave a Comment

Scroll to Top