MENELUSURI JEJAK SPIRITUAL LELUHUR BALI MELALUI WORKSHOP KANDA PAT DI IAHN GDE PUDJA MATARAM

Mataram, 22 Agustus 2026 — Warisan spiritual leluhur tidak hanya hidup dalam ritual dan tradisi, tetapi juga tersimpan dalam pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Semangat untuk menggali kembali pengetahuan tersebut menjadi bagian dari Workshop Spiritual Kanda Pat bertajuk “Menggali Ajaran Leluhur Bali Kuno” yang digelar oleh Rumah Moderasi Beragama IAHN Gde Pudja Mataram bekerja sama dengan Perguruan Seruling Dewata, Sabtu (22/8/2026).Workshop ini menjadi momentum istimewa karena untuk pertama kalinya kegiatan spiritual Kanda Pat diselenggarakan di NTB. Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan antusiasme, menjadikan workshop ini sebagai ruang pembelajaran yang mempertemukan pengetahuan, tradisi, pengalaman spiritual, dan refleksi terhadap warisan leluhur Bali.Kegiatan ini dihadiri dan difasilitasi oleh Ketua Rumah Moderasi Beragama IAHN Gde Pudja Mataram, Ida Bagus Benny Surya Adi Pramana, M.I.Kom.

Kehadiran Rumah Moderasi Beragama dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka ruang pembelajaran dan dialog mengenai kekayaan spiritual, keagamaan, dan kebudayaan yang tumbuh dalam masyarakat.Workshop menghadirkan Dr. Drs. I Ketut Nantra, M.Pd., sesepuh generasi ke-9 Perguruan Seruling Dewata, sebagai narasumber utama, didampingi oleh Ki Bagus Amerta dan Ki Suryawan. Dengan pengalaman serta pengetahuan yang diwariskan melalui tradisi Perguruan Seruling Dewata, Ki Nantra mengajak peserta mengenal Kanda Pat secara lebih mendalam, mulai dari konsep dan pemaknaannya hingga berbagai mitos yang berkembang di tengah masyarakat.Pembahasan mengenai Kanda Pat berlangsung dengan pendekatan yang tidak hanya bersifat teoritis. Peserta diajak memahami Kanda Pat sebagai bagian dari pengetahuan spiritual leluhur yang memiliki dimensi filosofis sekaligus praktik. Menariknya, workshop ini tidak berhenti pada pemaparan materi, tetapi dilanjutkan dengan inisiasi dan praktik yang dipandu langsung oleh Ki Nantra.

Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengalaman yang lebih konkret terhadap materi yang sebelumnya disampaikan secara konseptual.Suasana workshop pun berlangsung hidup dan interaktif. Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, terutama ketika memasuki diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan muncul seputar konsep Kanda Pat, makna spiritual, praktik, hingga mitos-mitos yang menyertainya. Diskusi berkembang secara menarik karena peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diberikan ruang untuk mengklarifikasi, menggali, dan memperluas pemahaman mereka secara langsung kepada narasumber.Bagi peserta, kesempatan untuk belajar langsung dari seorang sesepuh tradisi menjadi pengalaman yang memiliki nilai tersendiri. Terlebih, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara pengetahuan akademik, tradisi leluhur, dan pengalaman spiritual dalam suasana yang terbuka dan edukatif.Penyelenggaraan workshop Kanda Pat di NTB juga memiliki arti penting dalam konteks pelestarian pengetahuan leluhur. Di tengah perubahan zaman, berbagai pengetahuan spiritual dan kearifan tradisional membutuhkan ruang untuk dikenali dan dipahami kembali oleh generasi masa kini.

Melalui kegiatan ini, Rumah Moderasi Beragama IAHN Gde Pudja Mataram bersama Perguruan Seruling Dewata menghadirkan ruang tersebut melalui proses belajar yang menggabungkan pemahaman, dialog, inisiasi, dan praktik.Kegiatan yang berlangsung dengan baik ini sekaligus memperlihatkan bahwa ruang moderasi beragama dapat menjadi ruang perjumpaan yang lebih luas, tempat tradisi, spiritualitas, budaya, dan pengetahuan dapat dipelajari serta didiskusikan secara terbuka. Antusiasme peserta sepanjang kegiatan menjadi indikasi kuat bahwa ketertarikan terhadap pengetahuan spiritual leluhur masih memiliki tempat di tengah masyarakat modern.Melalui workshop ini, Kanda Pat tidak sekadar diperkenalkan sebagai bagian dari warisan masa lalu, tetapi juga dihadirkan sebagai pengetahuan yang dapat dipelajari dan direfleksikan dalam konteks kehidupan masa kini. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi hadirnya lebih banyak ruang pembelajaran yang mengangkat kekayaan spiritual dan kearifan leluhur, sekaligus memperkuat peran IAHN Gde Pudja Mataram dalam merawat, mengkaji, dan memperkenalkan khazanah keagamaan serta kebudayaan Nusantara.

(by: DKS)

Leave a Comment

Scroll to Top