MENGUATKAN KARAKTER DAN SPRITUALITAS, IAHN GDE PUDJA MATARAM RESMI SAMBUT MAHASISWA BARU MELALUI RITUAL SAKRAL UPANAYANA 2026

Mataram – Atmosfer kesakralan dan kehangatan kebersamaan begitu terasa menyelimuti kawasan Pura Saraswati di lingkungan Kampus Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram pada Kamis, 27 Agustus 2026. Ratusan mahasiswa baru Tahun Ajaran 2026/2027 berkumpul dalam satu ikatan spiritual untuk mengikuti Upacara Upanayana, sebuah tradisi inisiasi luhur yang menandai babak baru perjalanan akademis mereka. Digawangi dengan penuh dedikasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAHN Gde Pudja Mataram, perhelatan ini tidak hanya sekadar tradisi tahunan, tetapi juga manifestasi nyata dari komitmen kampus dalam memadukan keunggulan intelektual dengan kedalaman nilai-nilai moral.

Prosesi ritual dipimpin langsung secara khidmat oleh rohaniwan terkemuka, Ida Pedanda Gde Kertha Arsa, melingkupi seluruh rangkaian acara dengan nuansa keheningan dan keagungan spiritual yang mendalam.Dalam penyampaian laporannya, Ketua BEM IAHN Gde Pudja Mataram, Gusti Ayu Dheananda Sagitha Putri, memaparkan secara rinci persiapan teknis kepanitiaan, komitmen akuntabilitas pengelolaan sumber dana, hingga antusiasme tinggi para peserta mahasiswa baru yang siap melangkah ke dunia perguruan tinggi. Ia menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada segenap panitia, civitas akademika, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moral maupun material demi terselenggaranya kegiatan ini secara tertib dan sukses.

Apresiasi senada disampaikan oleh sekretaris panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), Ida Ayu Ketut Hersudikwi Adnyani, S.E., M.I.Kom., yang mewakili Ketua PMB. Dalam sambutannya, beliau menekankan betapa krusialnya sinergi dari seluruh elemen kampus, secara khusus memberikan penghormatan atas kepemimpinan dan dukungan penuh dari Rektor IAHN Gde Pudja Mataram.

Di hadapan ratusan mahasiswa baru, Ibu Dayu menitipkan tiga pesan kunci sebagai bekal navigasi kehidupan kampus: Pertama, jadilah mahasiswa yang berprestasi, berkarakter, dan beretika tinggi dalam menyerap maupun mengaplikasikan ilmu pengetahuan; kedua, junjung tinggi nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan rasa Cinta Tanah Air sebagai pijakan utama kebangsaan; Ketiga, senantiasa menjaga nama baik almamater IAHN Gde Pudja Mataram di manapun berada.

Melalui pesan tersebut, beliau mengajak seluruh mahasiswa baru untuk bersama-sama mewujudkan pergerakan nyata dalam membina kampus yang unggul, berdaya saing tinggi, dan berkarakter kuat.Momentum puncak acara ditandai dengan sambutan sekaligus pembukaan kegiatan secara resmi oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd.

Dalam amanatnya, beliau mengeksplorasi secara mendalam esensi philosophis dari Upanayana. Beliau menjelaskan bahwa secara etimologis dan spiritual, Upanayana adalah proses penyucian diri sekaligus simbolisasi pembukaan “mata ketiga” atau kesadaran intelektual. Ritual ini mentransformasi seorang penuntut ilmu dari kondisi kegelapan ketidaktahuan (avidya) menuju terang benderangnya ilmu pengetahuan (vidya). Penegasan ini membakar semangat para mahasiswa baru untuk tidak hanya mengejar gelar akademis, tetapi juga menginternalisasi kebajikan dharma sepanjang hidup mereka.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan bersama yang dirangkai dengan upacara Majaya-jaya. Seluruh calon mahasiswa baru mengikuti prosesi pembersihan dan pengukuhan spiritual ini dengan penuh kekhusyukan, memohon restu Hyang Widhi Wasa agar dianugerahi kekuatan, keteguhan mental, dan kejernihan pikiran dalam menempuh masa studi.

Kegiatan Upanayana ini menegaskan posisi IAHN Gde Pudja Mataram sebagai perguruan tinggi terdepan yang siap menempa generasi muda berwawasan global tanpa pernah melepaskan akar kebudayaan dan nilai-nilai luhur Nusantara.

Melalui sakramen Upanayana ini, besar harapan agar seluruh mahasiswa baru Tahun Ajaran 2026/2027 dapat menjalani masa perkuliahan dengan daya juang pantang menyerah, menjadi agen perubahan yang berlandaskan Dharma, serta tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan agung secara spiritual. (by: DKS)

Leave a Comment

Scroll to Top