REKTOR IAHN GDE PUDJA MATARAM BUKA RESMI PROGRAM DESA BINAAN : SIAP BANGUN TANAH EMBET BERKELANJUTAN

Batulayar, Lombok Barat — Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram resmi membuka Program Desa Binaan di Desa Batulayar, pada Rabu (23/9/2026). Program pengabdian kepada masyarakat selama tiga tahun ini menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan desa wisata berbasis ekoteologi dan Sustainable Development Goals (SDGs).Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Ketua LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, Ketua Tim PKM, Kepala Desa Batulayar, jajaran pemerintah desa, tokoh masyarakat, dosen, serta mahasiswa pelaksana. Acara ditandai dengan penandatanganan berita acara penerimaan program sebagai simbol dimulainya kemitraan resmi antara kampus dan Desa Batulayar.Dalam sambutannya, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menghadirkan solusi akademik yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, pengabdian tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi diwujudkan melalui pendampingan berkelanjutan yang menghargai potensi dan kearifan lokal.Program Desa Binaan mengusung tema “Hilirisasi Inovasi Akademis, Pemasaran Pariwisata Hindu, Integritas Nilai Keagamaan, dan Penguatan Ekologi Lokal Menuju Desa Wisata Mandiri Berkelanjutan.” Melalui pendekatan ekoteologi, program ini mengintegrasikan nilai Tri Hita Karana dan Sad Kertih dengan penguatan kelembagaan, pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengelolaan lingkungan sebagai fondasi pembangunan desa wisata.Ketua Tim PKM, Ni Putu Sasmika Dewi, S.S., M.Si., menjelaskan bahwa Program Desa Binaan hadir sebagai ruang kolaborasi antara IAHN Gde Pudja Mataram dan Pemerintah Desa Batulayar untuk mendukung berbagai inisiatif pengembangan yang sedang dirancang pemerintah dan masyarakat setempat.

Tim pengabdian membawa pendekatan akademik berbasis riset melalui pemetaan potensi, penguatan kapasitas masyarakat, penyusunan masterplan, hingga pengembangan pariwisata yang berakar pada nilai budaya, spiritual, dan kelestarian lingkungan.Pelaksanaan program melibatkan dosen Fakultas Dharma Duta, Brahma Widya, dan Dharma Sastra dari Program Studi S1 Pariwisata Budaya dan Keagamaan serta S1 Filsafat Hindu, dengan kepakaran di bidang pariwisata, pemasaran, komunikasi, agama dan budaya Hindu, pendidikan bahasa Inggris, serta kajian Jepang. Kolaborasi multidisiplin tersebut dirancang untuk memberikan pendampingan yang komprehensif sesuai kebutuhan masyarakat.Pada tahun pertama, pendampingan akan difokuskan pada pemetaan potensi wisata, inventarisasi aset budaya dan lingkungan, pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), penyusunan regulasi desa wisata, serta edukasi pengelolaan lingkungan.

Tahapan ini menjadi fondasi bagi pengembangan branding destinasi, pelatihan pemandu berbahasa asing, digitalisasi promosi, hingga penguatan unit usaha masyarakat pada fase berikutnya.Sementara itu, Kepala Desa Batulayar, Bapak Masnun, menyambut baik program ini dan menyampaikan komitmen pemerintah desa untuk mendukung penuh pelaksanaan Program Desa Binaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Desa Batulayar yang maju, lestari, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Dengan dimulainya program ini, IAHN Gde Pudja Mataram berharap Desa Batulayar, khususnya Dusun Tanah Embet, dapat berkembang menjadi model desa wisata berbasis kearifan lokal yang mengintegrasikan pengembangan pariwisata berkelanjutan, nilai-nilai ekoteologi, dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui proses pendampingan akademik yang kolaboratif dan berkelanjutan.

By:P26

Leave a Comment

Scroll to Top